Berita

Berbagi berita dari dalam maupun luar negeri. Mulai dari ideologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya.

Dunia Islam

Kumpulan artikel islami penambah kadar keimanan.

Movie

Update Movie, Informasi untuk penggemar film, simak info terbaru seputar dunia perfilman,Anime,Animation 3d,Hollywood,Bollywood,dan Asia.

Download Music ,Game and Software

Music ,game and software.

Misteri and Supranatural

Supranatural,Budaya,Spiritual and Misteri. Informasi bagi penggemar supranatural baik yang berangkat dari budaya maupun yang terkait dengan dunia spiritual.

Dunia IT

berbagi segala sesuatu tentang komputer dan internet..

Dunia Animasi and Multimedia

Belajar Animasi 3D dan 2D serta berbagi segala sesuatu Informasi tentang Perfilman Animasi..

Menu

Kamis, 15 Agustus 2013

Pejabat Iran: Krisis Mesir Plot Barat untuk Hambat Kebangkitan Islam

Islam Times - "Apa yang terjadi di Mesir dan pembantaian Muslim adalah tanda-tanda serangkaian langkah terkoordinasi Amerika dan negara-negara Barat lainnya terhadap gelombang kebangkitan Islam di wilayah itu," Davoud Mohammadi mengatakan pada hari Kamis (15/08/13).


Seorang anggota Parlemen Iran mengatakan, krisis dan gelombang kekerasan di Mesir merupakan plot Barat yang bertujuan menghambat gelombang kebangkitan Islam di dunia Arab.

"Apa yang terjadi di Mesir dan pembantaian Muslim adalah tanda-tanda serangkaian langkah terkoordinasi Amerika dan negara-negara Barat lainnya terhadap gelombang kebangkitan Islam di wilayah itu," Davoud Mohammadi mengatakan pada hari Kamis (15/08/13).

"Sayangnya, campur tangan kekuatan asing dalam urusan internal Mesir telah mendorong negara itu ke jurang perang saudara," tambah Mohammadi sambil mencatat bahwa krisis itu telah menyita nyawa ribuan orang tak berdosa.

Legislator Iran itu juga menyoroti keterlibatan Barat, AS khususnya, dalam kekacauan di negara itu dan mengatakan bahwa Gedung Putih berusaha mencari jalan untuk intervensi lebih lanjut di Mesir.

Mohammadi menyeru rakyat Mesir untuk melawan plot Barat yang telah memecah belah warga Mesir dan mendesak tokoh politik serta tokoh agama Mesir untuk membantu negara bergerak menuju rekonsiliasi nasional. [IT/TGM]

MESIR SASARAN PENGHANCURAN ZIONIS BERIKUTNYA

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNZG5oshiW9wiO5GoDuTkUJ7PhwMLethvdnwotx2FcUab6_SVL07lOgH_v-O0hv7mwUzKyTbl1lIpq8tq4OyUSRW6wlD-aLPJHWPcWan-KkS91P6o3htl4cCn52YlJdPVjgLMf4h3Q6ysF/s1600/Wounded-man-being-carried-016.jpg


Akhirnya terjadi apa yang dikhawatirkan bakal terjadi. Pasukan keamanan Mesir menyerbu kamp-kamp pendukung Ikhwanul Muslimin di Kairo kemarin (14/8). Jumlah korban akibat aksi tersebut masih simpang siur namun Ikhwanul Muslimin mengklaim pendukungnya yang tewas mencapai 2.200 orang. Kemungkinan Ikhwanul Muslimin melebih-lebihkan angka tersebut, namun angka "ratusan" cukup rasional.

Sebagai seorang pengamat internasional "amatiran" yang menaruh perhatian pada masalah kemanusiaan, saya (blooger) tentu sangat menyesalkan hal ini. Mengapa Mesir, salah satu bangsa besar yang menjadi sumber kebudayaan dunia harus terjerumus dalam kondisi seperti itu. Saya tidak ingin menyalahkan salah satu di antara pihak Ikhwanul Muslimin ataupun regim militer yang kini berkuasa di Mesir, namun pada "kebodohan" orang-orang yang tidak menyadari bahwa zionis internasional kini tengah menjadikan Mesir sebagai sasaran penghancuran berikutnya setelah Afghanistan, Irak, Libya dan Syria.

Militer tentu bertanggungjawab atas aksi pembantaian tersebut, namun Ikhwanul Muslimin juga bertanggungjawab sebagai pihak yang mengkondisikan pembantaian tersebut dengan sikap kerasnya yang tidak mau bersikap realistis. (Sehari sebelumnya Ikhwanul Muslimin menolak tawaran Al Azhar, lembaga paling dihormati di Mesir, untuk menjadi penengah perselisihan politik di Mesir).

Dan bukan satu kebetulan jika aksi kekerasan yang dilakukan militer Mesir terjadi hanya beberapa hari setelah Amerika menetapkan Robert Ford sebagai dubesnya yang baru di Mesir. Ford adalah simbol kekerasan, dan penunjukannya dianggap sebagai "lampu hijau" Amerika bagi militer Mesir untuk bertindak keras. Lebih dari itu, penunjukan Ford juga mengindikasikan bahwa zionis internasional bermaksud menghancurkan Mesir dengan cara yang sama sebagaimana Irak, Libya dan Syria.

Menurut Michel Chossudovsky dari lembaga kajian Global Studies, Robert Ford adalah orang yang sama dengan John Negroponte yang telah menerapkan strategi “Salvador Option” di Irak pada tahun 2004. Chossudovsky menulis tentang "Salvador Option" itu sebagai:

"Model terorisme pembunuhan massal oleh pasukan pembunuh bentukan Amerika. Model ini pertama kali diterapkan di El Salvador oleh Negroponte saat terjadi perlawanan terhadap regim militer, yang mengakibatkan terjadinya sekitar 75.000 kematian.”

Kondisi Mesir saat ini mirip dengan El Salvador tahun 1980-an saat rakyat sipil melakukan perlawanan terhadap militer. Dan militer Mesir pun, sebagaimana El Salvador, telah berpengalaman dalam melakukan pembantaian massal terhadap para aktifis anti-militer.

Di masa lalu Amerika telah banyak membantu para diktator militer sekutu mereka melakukan aksi-aksi pembantaian massal. Di Indonesia misalnya, dinas inteligen CIA berperan besar dalam pembantaian orang-orang komunis tahun 1960-an, dengan mensuplai data para aktifis komunis kepada militer, dan dengan melatih pasukan pembunuh yang melakukan berbagai teknik penyiksaan sebelum membunuh. (Terlepas dari sikap politik blogger yang menyetujui penumpasan komunisme di Indonesia, karena regim komunis yang tidak lain adalah zionis, akan melakukan hal yang lebih buruk bagi rakyat Indonesia).

Saat ini Amerika lebih tertarik melakukan penghancuran Mesir daripada negara-negara lainnya. Mesir adalah negara Arab terbesar yang secara militer masih bisa menjadi ancaman Israel, setelah Irak dan Syria hancur. Namun, berdasarkan pengalaman di Irak dan pengangkatan Ford sebagai dubes Amerika di Mesir, Amerika tidak akan mendukung regim militer untuk menumpas Ikhwanul Muslimin, melainkan akan menciptakan kekacauan yang akan berujung pada perang sektarian dan perang sipil.

Adalah menarik bahwa menjelang penumpasan pendukung Ikhwanul Muslimin di Kairo kemarin, isu tentang wapres regim militer Mohammad Elbaradai sebagai penganut Shiah muncul ke publik. Diperkirakan sentimen anti-Shiah, sebagaimana sentimen anti-Kristen Koptik akan menjadi bahan bakar konflik mendatang, sebagaimana konflik antara kelompok Islamis melawan kelompok nasionalis-sekuler-liberal dan konflik Ikhwanul Muslimin melawan militer.

Robert Ford telah berpengalaman menerapkan “Salvador Option” di Irak dan Syria tahun. Penugasannya di Mesir saat ini tidak lain untuk menerapkan “Salvador Option” berikutnya di Mesir.


http://cahyono-adi.blogspot.com/2013/08/mesir-sasaran-penghancuran-zionis.html#.Ug0Z-e-2FSc

Minggu, 07 Juli 2013

Yayan Ruhian aka MADDOG Kembali ke The Raid 2



Sebelumnya, di akhir Juni lalu, Gareth Evans melalui akun Twitter pribadinya, @ghuwevans, sempat memberikan sinyal bagi para fans dari Merantau bahwa pisau kerambik yang sekilas dihunuskan Iko Uwais dalam film lamanya itu bakal dimunculkan kembali dengan lebih banyak di dalam The Raid 2: Berandal.
Mungkinkah bakal menjadi andalan Uwais saat memerankan Rama di dalam sekuel tersebut kala bertarung dengan Cecep Arif Rahman, seperti yang telah dipuji-puji oleh Evans sebagai penampilan yang mengagumkan? Dikatakan oleh sang sutradara, pertarungannya terlihat sangat keras menghentak.
Aspek menariknya belum berhenti di sana. Yep, setelah mengabarkan bahwa Maddog bakal kembali tampil badass dan tentunya pasti lebih GREGET lagi untuk sebuah peran baru bernama Prakoso di dalam Berandal, Evans pun mengunjukkan penampilan terkini dari sang aktor belum lama ini dari lokasi syuting. Tampak mengerikan.
The Raid 2: Berandal sepertinya memang bakal menjanjikan. Sang sutradara pun menegaskannya dengan menyebutkan bahwa ini bakal menjadi film bertema bela diri yang terakhir darinya dalam hitungan beberapa tahun ke depan. “So this is all out, saya sedang benar-benar ingin memuaskan diri [di sini].”
Evans merencanakan bakal menyelesaikan masa produksi Berandal dalam hitungan tiga minggu ke depan. Sayangnya, hingga kini, sekuel tersebut belum memperoleh kepastian tanggal rilis. (HKD)


Sabtu, 06 Juli 2013

Sekuel Independence Day Rilis Juli 2015







Tanggal 3 Juli 2013 besok, film fenomenal tentang invasi alien, Independence Day, akan ditayangkan ulang di seluruh bioskop Amerika. Kali ini dengan janji kualitas remaster dan studio 3D. Sekaligus untuk merayakan hari kemerdekaan Amerika Serikat. Nah, 20th Century Fox sudah merencanakan film sekuel untuk Independence Day. Film sekuelnya akan dibuat dalam 2 seri, untuk sementara diberi titel ID Forever: Part 1 dan ID Forever: Part 2. Bagian pertamanya akan tayang pada bulan Juli 2015. Sedangkan bagian kedua direncanakan pada bulan yang sama, tahun 2016. Karena film ini sangat berhubungan dengan event kemerdekaan Amerika, sepertinya akan mengambil tanggal yang sama, serempak 3 atau 4 Juli (hari kemerdekaannya sendiri adalah tanggal 4 Juli). Sekuel ini masih akan disutradarai oleh Roland Emmerich. Namun sepertinya tidak semua aktor akan kembali muncul. Yang pasti, 20th Century Fox memastikan bila Will Smith tidak akan kembali di sekuel film ini, dengan salah satu alasan adalah faktor nilai bayaran Will Smith yang dinilai sudah terlalu tinggi untuk budget film ini.

Shishio Makoto Resmi Nongol di Film Rurouni Kenshin 2




Seperti berita sebelumnya yang menyebut bila film layar lebar live-action Rurouni Kenshin rencananya akan dibuat dalam 3 film, maka di seri ke-2 akan muncul musuh bebuyutannya, Shishio Makoto. Siapa yang dianggap paling cocok memerankannya? Ternyata adalah Tatsuya Fujiwara. Ia adalah pemeran Light Yagami (Raito) di film Death Note. Keishi Otomo selaku sutradara, akan memasang karakter Shishio Makoto dalam dua film lanjutan Rurouni Kenshin, dan seri keduanya akan tayang pertengahan tahun depan. Kedua film lanjutannya ini akan diberi titel Rurouni Kenshin: The Great Kyoto Fire Act dan Rurouni Kenshin: The End of a Legend Arc. Tentunya, Takeru Sato akan kembali hadir memerankan sosok Kenshin Himura.
ru01 


sumber

Kamis, 04 Juli 2013

Usai Kudeta, Manager TV al-Jazeera Ditangkap

http://islamtimes.org/images/docs/000279/n00279413-b.jpg

Islam Times- Usai ambil alih kepemimpinan, seluruh jaringan TV yang mendukung Ikhwanul Muslimin, terutama Al-Jazeera dilaporkan diambil dari udara dan manajer Al-Jazeera ditangkap setelah pemecatan Morsi itu. Demikian menurut laporan Rusia Today (RT).


Panglima militer Mesir telah menggulingkan Presiden Mohamed Morsi dan membubarkan konstitusi negara dalam sebuah langkah untuk memecahkan krisis politik yang melanda negara tersebut.

Jenderal Abdel Fattah al-Sisi membuat pengumuman tersebut di televisi pemerintah pada Rabu, 03/07/13.

Dalam pidatonya itu, Sisi mengatakan bahwa pemilihan parlemen baru akan diadakan dan disahkan Ketua Mahkamah Konstitusi, Adli Mansour sebagai pemimpin sementara.

Tentara mengumumkan jalan kebijakan tersebut setelah ultimatum dua hari untuk Morsi berakhir.

Sisi mengatakan bahwa tentara memenuhi "tanggung jawab sejarah" untuk melindungi negara, dan Morsi "gagal untuk memenuhi tuntutan rakyat Mesir."

Usai ambil alih kepemimpinan, seluruh jaringan TV yang mendukung Ikhwanul Muslimin, terutama Al-Jazeera dilaporkan diambil dari udara dan manajer Al-Jazeera ditangkap setelah pemecatan Morsi itu. Demikian menurut laporan Rusia Today (RT).

Pengumuman Panglima militer tersebut memicu kegembiraan dan kembang api di jalan-jalan Kairo dinyalakan. Di tempat lain di berbagai kota, pendukung Morsi berteriak "Tidak untuk kekuasaan militer."

Dalam pernyataan yang diposting di Facebook presiden, Morsi mengecam langkah militer dan menyebut "kudeta militer," meminta rakyat Mesir untuk "mematuhi konstitusi dan hukum, dan tidak menanggapi kudeta ini."

Sementara itu, pemimpin oposisi Mohamed ElBaradei mengatakan peta kebijakan yang diumumkan oleh Sisi "memenuhi tuntutan rakyat untuk pemilihan presiden awal."

Sementara kelompok Salafi Mesir, partai al-Nour juga mengatakan sepakat untuk peta kebijakan militer untuk mengakhiri krisis politik di negara itu.



Di tempat lain, presiden AS Barack Obama dalam sebuah pernyataan mengatakan "sangat prihatin" atas tergulingnya presiden Mohamed Morsi oleh Dewan Militer dan mendesak cepat negara itu kembali membentuk pemerintahan sipil.

Sementara, raja Saudi Abdullah mengucapkan selamat kepada pemimpin sementara Mesir, dan mengatakan, pengangkatan tersebut sesuai disaat kondisi "kritis" melanda sejarah di negara Afrika Utara itu. [IT/BH/ASS]

Iran Siap Kirim Bantuan untuk Muslim Rohingya

http://islamtimes.org/images/docs/000279/n00279419-b.jpg


Islam Times - Araqchi juga menyatakan keprihatinan mendalam pemerintah, ulama dan bangsa Iran terhadap bentrokan sektarian yang sedang berlangsung antara Buddha dan Muslim Rohingya.


Wakil Menlu Iran mengatakan Republik Islam siap mengirim bantuan kemanusiaan ke Myanmar untuk membantu Muslim Rohingya.

Dalam pertemuan dengan Wakil Menteri Luar Negeri Myanmar, Zin Yaw di Naypyidaw pada hari Rabu (3/7/13), Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Asia dan Pasifik, Sayyid Abbas Araqchi menguraikan prinsip kebijakan Tehran dalam perkembangan di Dunia Islam.

Araqchi juga menyatakan keprihatinan mendalam pemerintah, ulama dan bangsa Iran terhadap bentrokan sektarian yang sedang berlangsung antara Buddha dan Muslim Rohingya. Dia juga mendesak pemerintah Myanmar untuk mengadopsi langkah-langkah efektif untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Araqchi mencatat bahwa Iran siap mengirimkan bantuan ke Myanmar dan membantu  memperbaiki kondisi warga Rohingya.

Ribuan warga Rohingya tiak diakui hak-hak kewarganegaraan mereka karena kebijakan diskriminasi pemerintah Myanmar. Mereka jadi rentan akan tindak kekerasan dan penganiayaan, pengusiran, dan pemindahan.[IT/r]

Iran Peringati Tewasnya 290 Warga Akibat Rudal AS

http://islamtimes.org/images/docs/000279/n00279421-b.jpg

Islam Times -"Berdasarkan UU Organisasi Penerbangan Sipil Internasional, Amerika bertanggung jawab dalam insiden itu," tegas Esmaili.


Iran memperingati tewasnya 290 warganya dalam sebuah serangan rudal cruiser AS terhdapa pesawat penumpang Iran pada tahun 1988.

Organisasi Kebudayaan dan Hubungan Iran mengadakan pertemuan di Tehran pada hari Rabu (3/7/13) untuk memperingati para korban. Pertemuan itu dihadiri oleh petinggi Angkatan Darat dan Angkatan Udara Iran serta atase militer dari negara-negara seperti India, Pakistan, dan Italia.

Dalam acara itu, Komandan  Pangkalan Pertahanan Udara Khatam al-Anbiya, Brigadir Jenderal Farzad Esmaili menyatakan bahwa kapten kapal perang AS saat itu telah membuat pilihan buruk dengan memerintahkan penembakan pesawat sipil Iran.

"Berdasarkan UU Organisasi Penerbangan Sipil Internasional, Amerika bertanggung jawab dalam insiden itu," tegas Esmaili.

"Mereka harus membayar (kompensasi) bagi para korban dan pesawat. Tapi mereka tidak pernah bertanggung jawab dalam insiden itu. Kehadiran kapal perang AS di Teluk Persia itu ilegal, maka semua konsekuensi kehadirannya juga ilegal," tegasnya.

Sebanyak 274 penumpang dan 16 awak berada dalam pesawat Airbus A-300 yang baru saja lepas landas dari Bandar Abbas Iran menuju Dubai. Pesawat itu hancur setelah ditembak 2 rudal Standard USS Vincennes.

Para pejabat AS berdalih bahwa kapal perang mereka mengira pesawat jet Iran itu adalah pesawat tempur F-14 yang hendak menyerang. Padahal, kapal AS itu memiliki sistem radar yang sangat canggih dan peralatan perang elektronik.

Pada hari Rabu (3/7/13), sekelompok warga Iran juga berkumpul di lokasi kejadian di Teluk Persia dan melemparkan bunga ke dalam air untuk mengenang kerabat mereka yang tewas dalam insiden itu.[IT/r]

Senin, 01 Juli 2013

RUSIA ANCAM SERANG SAUDI DAN QATAR

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjaUvxJ6Vjo_c6eXV8xuY9OWjYxGnJB0nmaOvzMvuFeMd6uZck0kvGHf4SAnUwbzwkKDgo8wGVAeN135mF7Ps7CL-K5QjoS27eHE-UfBbF-79C60znH1z9GJSTDLa-iZs7ZQ2vm3l3iRM-/s1024/su-27_1024+001.jpg



Rusia mungkin akan berfikir ulang untuk menyerang Inggris atau Perancis, bahkan ketika hubungan politik Rusia dengan 2 negara barat itu mendidih. Namun mungkin saja Rusia tidak begitu khawatir jika menyerang 2 negara Arab sekutu barat, Saudi dan Qatar. Sebagaimana diberitakan beberapa media internasional, seorang pejabat tinggi militer Rusia mengumumkan bahwa Rusia telah merencanakan untuk membom ibukota Saudi dan Qatar, yaitu Riyadh dan Doha, terkait dengan konflik Syria.

Pengumuman tersebut muncul setelah hubungan politik Rusia dengan Saudi memanas akhir-akhir ini setelah pejabat senior kedua negara saling mengecam terkait konflik Syria. Beberapa hari lalu menlu Saudi Saud al Faisal menuduh Rusia telah mendukung "pembantaian massal yang dilakukan tentara Syria". Sebagai balasan, menlu Rusia Sergei Lavrov menuduh Saudi telah mendukung para teroris di Syria.

Dalam kondisi hubungan yang memanas itulah seorang pejabat militer Rusia yang tidak bersedia disebutkan namanya baru-baru ini memberikan informasi kepada media online Rusia Telegrafist bahwa Rusia telah memiliki rencana untuk membom Saudi Arabia dan Qatar.

Ia mengklaim bahwa misi pemboman tersebut bisa dilakukan oleh skuadron tempur Su-27 atau pembom Su-34 dengan bahan bakar tambahan yang dikawal oleh pesawat-pesawat Su-27.

"Saat ini situasinya memungkinkan Su-34 yang daya jangkaunya tidak memungkinkan untuk kembali, untuk mendarat di Iran. Sedangkan daya jangkau Su-27 memungkinkan untuk mencapai ibukota Qatar dan Saudi dan kembali ke Rusia," kata pejabat tersebut.

Saat ditanyakan kapan dan mengapa rencana tersebut dibuat, pejabat tersebut menjawab bahwa sejak jaman Uni Sovyet, telah dibuat rencana untuk menghancurkan Saudi sebagai sekutu kunci Amerika.


Pejabat tersebut menambahkan bahwa Rusia hanya membutuhkan waktu kurang dari 24 jam untuk menyelesaikan seluruh misi untuk menghancurkan kedua negara dari udara.

Selengkapnya bisa dibaca disini: http://www.liveleak.com/view?i=636_1372467539#Z9kTpyBeqdmUBXo5.99

Mesir Darurat: Militer Ultimatum Morsi Hanya 48 Jam

http://islamtimes.org/images/docs/000278/n00278705-b.jpg


Islam Times- ”Jika tuntutan rakyat tidak direalisasikan dalam masa periode tertentu, maka sesuai kewajiban…(pihak angkatan bersenjata)… akan mendeklarasikan kebijaksanaan jalan yang harus di tempuh untuk masa depan”, kata Kepala Staf Angkatan Bersenjata Mesir, Jenderal Abdel Fattah al-Sisi.



Angkatan Bersenjata Mesir mengeluarkan ultimatum untuk Presiden Mohamed Morsi pada Senin, 01/07/13, dan menyerukan kepada semua politisi yang bermusuhan untuk menyepakati sebuah roadmap inklusif untuk masa depan negara dalam waktu 48 jam.

Sebuah pernyataan yang disiarkan langsung lewat televisi pemerintah itu sangat dramatis dan menyatakan negara dalam bahaya dan darurat setelah jutaan orang Mesir turun ke jalan-jalan pada hari Ahad, 30/06/13, menuntut Morsi berhenti dari presiden dan markas yang berkuasa Ikhwanul Muslimin digeledah.

”Jika tuntutan rakyat tidak direalisasikan dalam masa periode tertentu, maka sesuai kewajiban…(pihak angkatan bersenjata)… akan mendeklarasikan kebijaksanaan jalan yang harus di tempuh untuk masa depan”, kata Kepala Staf Angkatan Bersenjata Mesir, Jenderal Abdel Fattah al-Sisi.

Sementara itu juru bicara istana kepresidenan mengatakan, Presiden Morsi tengah mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Hisham Kandil, dan pihak militer yang diwakili langsung oleh Jenderal al-Sisi.

Ini adalah peringatan kedua kalinya hanya dalam waktu seminggu Angkatan Bersenjata mengeluarkan peringatan resmi kepada politisi, dan itu tampaknya dimaksudkan untuk meningkatkan tekanan terhadap Morsi untuk mengakui pembagian kekuasaan dengan oposisi liberal, sekuler dan sayap kiri. [IT/SSB]