Berita

Berbagi berita dari dalam maupun luar negeri. Mulai dari ideologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya.

Dunia Islam

Kumpulan artikel islami penambah kadar keimanan.

Movie

Update Movie, Informasi untuk penggemar film, simak info terbaru seputar dunia perfilman,Anime,Animation 3d,Hollywood,Bollywood,dan Asia.

Download Music ,Game and Software

Music ,game and software.

Misteri and Supranatural

Supranatural,Budaya,Spiritual and Misteri. Informasi bagi penggemar supranatural baik yang berangkat dari budaya maupun yang terkait dengan dunia spiritual.

Dunia IT

berbagi segala sesuatu tentang komputer dan internet..

Dunia Animasi and Multimedia

Belajar Animasi 3D dan 2D serta berbagi segala sesuatu Informasi tentang Perfilman Animasi..

Menu

Tampilkan postingan dengan label Dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Agustus 2013

MESIR SASARAN PENGHANCURAN ZIONIS BERIKUTNYA

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixgG2IX4QNsADOHbd4TrG9FOgrVY1ynnnj92Yaw4z-P0wcayuwG0bsBjUBwG-PWtOWO9PeKgqigNpMXff0SJ2M01thHxtDGPQqeVt1X7xTHcG_GakzZW23xR2uUxB6yNBlbAUFbNx9deRZ/s1600/potd-iraq_2546488b.jpg

Kita patut menangis melihat tragedi yang terjadi di Mesir. Kementrian kesehatan Mesir kemarin (15/8) merilis angka korban tewas akibat serangan aparat keamanan atas para demonstran pendukung Mohammad Moersi yang jumlahnya mencapai 525 jiwa. Angka itu masih lebih kecil dari klaim Ikhwanul Muslimin yang mencapai ribuan orang.

Namun ini bukan masalah angka, karena ketika nyawa 1 orang manusia dicabut dengan cara yang tidak hak, sebagaimana perkataan Nabi Muhammad S.A.W, pada hakikatnya sama dengan membunuh semua manusia di muka bumi yang dosanya lebih besar daripada menghancurkan Kabah hingga berkeping-keping.

Ironis bahwa "pembantaian" di Mesir ini masih jauh lebih kecil kekejamannya dari apa yang telah dan tengah terjadi di Syria dan Irak. Di Syria selama terjadinya konflik yang dimulai bulan Maret 2011 telah lebih dari 100.000 nyawa melayang. Dan di Irak sepanjang bulan Juli lalu saja telah lebih dari 1.000 tewas dan sepanjang tahun ini telah lebih dari 4.000 orang tewas. Dan orang tidak menaruh kecurigaan bahwa apa yang terjadi di Mesir kini hanya awal dari bencana yang lebih besar sebagaimana di Irak dan Syria yang telah dirancang lama oleh zionis internasional.

Pada tahun 2004 atau setahun setelah berhasil menumbangkan regim Saddam Hussein, tentara Amerika gagal menguasai Irak sepenuhnya dan bahkan cenderung menjadi korban serangan-serangan pejuang Irak. Untuk mengatasi masalah itu Amerika pun mulai membentuk pasukan-pasukan pembunuh yang tujuan utamanya adalah menciptakan kekacauan dan memicu perang saudara antara kelompok sektarian. Sebagian anggota pasukan ini adalah personil militer Amerika sendiri, lainnya adalah personil militer negara sekutu dan milisi-milisi lokal dan anggota Al Qaida.

Pasukan pembunuh ini bertanggungjawab atas sebagian besar serangan teroris yang terjadi di Irak, yang sebagian besar berbentuk serangan "bunuh diri" terhadap sasaran-sasaran sipil. Salah satu di antara modus mereka adalah membayar seorang sopir lokal untuk membawa truk barang ke tengah pasar atau dekat masjid, dan kemudian meledakkan bom di dalam truk itu bersama sopirnya dengan remot kontrol. Setelah kejadian itu media-media terafiliasi zionis akan memberitakannya sebagai "serangan bunuh diri".

Dalam satu misi di kota Basarah tgl 19 September 2005, 2 anggota pasukan pembunuh asal Inggris yang menyamar sebagai warga lokal tertangkap tangan oleh polisi Irak ketika hendak melakukan serangan teroris terhadap orang-orang Shiah. Ketika ditangkap, di dalam mobilnya ditemukan sejumlah besar bom dan senjata laras panjang. Sebelum penangkapan, pasukan pembunuh asal Inggris (pasukan Inggris bermarkas di Basrah) sudah sering melakukan serangan teroris terhadap orang-orang Shiah di kota itu untuk memicu ketegangan antara umat Shiah dan Sunni.

Khawatir penangkapan itu bakal membongkar ulah kaji Amerika dan Inggris, sehari kemudian, atau tgl 20 September 2005, pasukan Inggris menyerbu penjara tempat penahanan kedua pasukannya. Mereka menggunakan tank untuk membongkar tembok tempat penahanan kedua pasukannya dan menyelamatkan keduanya.

Namun aksi teror yang paling terkenal adalah pemboman Masjid Kubah Emas Al Askari di Samarra tgl 22 Februari 2006. Hancurnya masjid yang dihormati kaum Shiah ini kontan memicu kerusuhan sektarian antara orang-orang Sunni melawan Shiah. Serangan tersebut terjadi saat masjid tersebut berada di bawah pengawasan ketat pasukan Amerika yang berada di kota itu, pejabat Amerika dan namun media-media menyalahkan Al Qaida. Anehnya lagi, Al Qaida pun membenarkan tuduhan itu.

Akibat aksi-aksi terorisme itu hingga saat ini Irak masih saja dilanda kerusuhan sektarian yang menewaskan ribuan warganya yang tidak berdosa.

Keberhasilan misi Ford di Irak membuat pemerintah Amerika mengirimnya ke Syria sebagai duta besar untuk melakukan misi yang sama. Tidak lama setelah kedatangan Ford tahun 2011, Syria pun dilanda aksi-aksi kekerasan berdarah.

Modus yang dilakukan pasukan pembunuh Ford di Syria adalah sbb: menempatkan penembak jitu di 2 sisi yang mengapit tempat terjadinya aksi demonstrasi menentang pemerintah. Pada satu kesempatan penembak jitu yang berada di satu sisi melakukan penembakan kepada para demonstran untuk menimbulkan kesan kekejaman aparat keamanan. Selanjutnya penembak jitu di sisi yang lain menembaki aparat keamanan sehingga menimbulkan kesan seolah para demonstran melakukan kerusuhan.

Akankah Ford akan melakukan hal yang sama di Mesir?

Kita akan melihatnya tidak lama lagi.

Mantan pejabat inteligen Amerika Jendral Wesley Clark telah membongkar bahwa Israel telah "membajak" Amerika melalui serangan WTC 9/11 untuk mewujudkan ambisinya "menghancurkan 7 negara Islam dalam waktu 5 tahun" sebagai realisasi dokumen “Clean Break” document yang dibuat Benjamin Netanyahu. Semuanya itu merupakan implementasi dari "Rencana Oded Yinon" yang dibuat zionis internasional bertahun-tahun yang lalu untuk menghancurkan Timur Tengah demi keamanan Israel.


http://cahyono-adi.blogspot.com/2013/08/mesir-sasaran-penghancuran-zionis_15.html#.Ug5lXu-2FSc

HIZBOLLAH KEMBALI PECUNDANGI ISRAEL

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJuPBc7jbmm9TvXTQexTlq1CUETtCdh0RSkCSNDgQlSDTQtQGHcr5PwP0ELZlXqNdfdBuQpYsoYsOnA0mfitkO4_USHXzeHSo7UUPv78auS-ZGmuTMtgDrZWmzlSUgfyAczPc2cmJFIm_u/s1600/israel+blast.jpg


Tanpa banyak diberitakan media massa kecuali media-media massa Lebanon, Hizbollah kembali berhasil mempecundangi Israel setelah bom-bom yang dipasang mereka melukai 4 tentara Israel dan menggagalkan upaya penyusupan mereka ke wilayah Lebanon.

Insiden yang terjadi tgl 7 Agustus lalu itu telah mendorong pemerintah Lebanon mengajukan protes ke PBB atas pelanggaran Israel setelah sebelumnya Presiden Suleiman memerintahkan dilakukan penyidikan atas insiden tersebut. Israel sendiri telah mengkonfirmasi insiden tersebut meski membantah pasukannya memasuki wilayah Lebanon. Bukti-bukti yang dikumpulkan tim penyidik Lebanon menemukan bekas-bekas ledakan di wilayah yang berada 400 meter dari garis perbatasan.

Namun meski bom-bomnya berhasil mengagalkan penyusupan Israel dan berita insiden tersebut telah diberitakan luas di Lebanon sejak hari pertama, Hizbollah baru mengakuinya hari Rabu (14/8), membuktikan sikap organisasi ini yang rasionalis, tenang dan juga teguh.

"Kami telah mengetahui rencana penyusupan Israel. Bom-bom dipasang di tempat itu, dan saat mereka datang di malam hari, bom-bom itu diledakkan," kata pimpinan Hizbollah Sayyed Hassan Nasrallah dalam wawancara dengan televisi Lebanon al-Mayadeen, Rabu lalu.

"Kami tidak bisa membiarkan pelanggaran Israel atas kedaulatan Lebanon. Ketika kami mengetahui Israel memasuki wilayah Lebanon, kami akan menghadapi mereka dalam waktu yang tepat," tambah Nasrallah.

Upaya penyusupan itu diduga dilakukan Israel untuk "menguji" kesiap-siagaan Hizbollah terhadap ancaman Israel mengingat Hizobollah tengah sibuk terlibat dalam konflik di Syria. Selain itu Israel juga berharap bahwa krisis politik yang kini melanda Lebanon yang juga menyeret Hizbollah (paska pengunduran diri PM Najib Miqati beberapa bulan lalu, hingga saat ini perdana menteri pengganti Tammam Salam yang didukung Hizbollah belum juga berhasil mebentuk kabinet baru). Namun kemudian terbukti bahwa Hizbollah tidak pernah mengendurkan kewaspadaannya.

"Mereka yang berfikir dengan menciptakan masalah internal dengan kelompok perlawanan akan berhasil mengalihkan perhatian kami untuk melawan Israel, mereka keliru," kata Nasrallah.

Menurut Nasrallah Israel saat ini sangat menkhawatirkan kekuatan Hizbollah lebih dari waktu-waktu yang lalu, terutama setelah Hizbollah berhasil membuktikan kemampuan bertempurnya di medan perang Syria dengan memukul pemberontak dari wilayah al Qusayr. Selama ini Israel dan lawan-lawan politik Hizbollah menuduh kelompok ini hanya bisa menang jika bertempur di negeri sendiri. Namun medan perang al Qusayr membuktikan bahwa pejuang-pejuang Hizbollah juga ahli dalam pertempuran offensif.

KRISIS DOMESTIK DAN PERAN SYRIA

Saat ini Lebanon tengah dilanda krisis politik yang serius, sebagaimana Mesir yang mengalami "jalan buntu pemerintahan". Bedanya, para politisi Lebanon sudah terbiasa hidup dalam kondisi "status quo" hingga tidak ada yang berani melakukan manuver berbahaya. Pada tahun 2008 PM Fuad Siniora mencoba "menyerang" Hizbollah dengan memecat kepala keamanan bandara internasional Beirut yang didukung Hizbollah serta berusaha merampas jaringan telekomunikasi milik Hizbollah, namun Hizbollah melakukan serangan balik dengan menduduki kantong-kantong pertahanan pendukung Siniora dan mengepung kediamanan resmi Siniora.

Pengganti Siniora, Saad Hariri juga "menyerang" Hizbollah dengan menolak tuntutan pembahasan pengadilan internasional atas pembunuhan mantan PM Rafiq Hariri dalam sidang kabinet dan memilih melakukan safari politik ke Amerika dan Eropa. Hizbollah dan sekutu-sekutunya "menyerang balik" dengan menarik menteri-menterinya dari kabinet. Akibatnya, sesuai konstitusi, kabinet bubar dan perdana menteri jatuh.

Tekanan politik yang begitu kuat bahkan tidak mampu ditanggung PM Najib Miqati yang didukung Hizbollah dan kelompok perlawanan hingga harus mengundurkan diri. Tekanan politik paling kuat adalah dalam masalah pembentukan portofilio kabinet yang harus mengakomodasi seluruh kelompok politik. Dalam kasus saat ini, PM terpilih Tammam Salam yang didukung Hizbollah serta Presiden Suleiman cenderung untuk "meninggalkan" Hizbollah demi memenuhi keinginan Amerika dan pendukung-pendukungnya di Lebanon. Namun tentu saja hal ini tidak mudah, karena seperti telah terbukti sebelumnya, Hizbollah bukan kelompok yang mudah dikalahkan.

Dalam kondisi terjepit antara Israel dan musuh-musuh domestik itulah kehadiran Syria sebagai sekutu mampu memberikan kekuatan fisik dan moral yang sangat berharga bagi Hizbollah. Itulah sebabnya Hizbollah juga tidak ingin meninggalkan Syria saat terdesak dengan menerjunkan milisi-milisinya di medan perang Syria.

Dalam wawancara tersebut di atas Nasrallah mengungkapkan peran vital yang dilakukan Syria dalam membantu Hizbollah menghadapi agresi Israel tahun 2006. Selain mengirim senjata-senjata canggihnya untuk membantu Hizbollah, dalam satu titik Presiden Bashar al Assad bahkan mengancam akan menyerang Israel dan telah memobilisasi pasukannya di perbatasan. Inilah salah satu faktor yang membuat Israel gentar dan menghentikan serangannya atas Lebanon.


http://cahyono-adi.blogspot.com/2013/08/hizbollah-kembali-pecundangi-israel.html#.Ug5lVO-2FSc

Kamis, 15 Agustus 2013

Tentara Suriah Kontrol Kota Strategis di Damaskus

http://islamtimes.org/images/docs/000292/n00292782-b.jpg

Islam Times- Lingkungan al-Tazamen terletak dekat kamp pengungsi Palestina, al-Yarmouk, namun media dukungan barat yang meliput berita terkait penyerbuan ini secara subyektif menunjukkan bahwa kelompok takfiri Front al-Nusra mengontrol seluruh wilayah tersebut.

Tentara Suriah menguasai sebuah distrik strategis di pinggiran ibukota Damaskus menyusul bentrokan berat dengan kelompok-kelompok takfiri didikan Arab Saudi, Qatar, Turki, AS dan Israel.

Menurut al-Alam, unit tentara Suriah menyerang kubu takfiri di lingkungan strategis al-Tazamen, menewaskan puluhan dari mereka dan memaksanya keluar dari kota.

Lingkungan al-Tazamen terletak dekat kamp pengungsi Palestina, al-Yarmouk, namun media dukungan barat yang meliput berita terkait penyerbuan ini secara subyektif menunjukkan bahwa kelompok takfiri Front al-Nusra mengontrol seluruh wilayah tersebut.

Koresponden al-Alam pada Kamis, 15/08/13, menyaksikan sendiri pembebasan keseluruhan benteng utama yang sebelumnya dikuasai oleh Front al-Nusra.

"Situasi keamanan sudah dikendalikan, dan kehidupan normal sedang berlangsung di kota di bawah kendali pasukan keamanan Suriah di daerah itu," kata seorang saksi mata kepada al-Alam.

Menurut laporan media setempaya, hanya sepuluh persen dari daerah itu yang tetap di bawah kontrol kelompok takfiri dan belum di serbu oleh tentara.

Kota ini berubah menjadi lapangan dan medan pertempuran jalanan setelah sebuah satuan memporakporandakan yang mencoba masuk ke area strategis dan akan menyusup ke dalam kota Damaskus.

Takfiri juga merusak bangunan dan toko-toko dan menodai masjid-masjid di kota itu.

Dengan mengontrol daerah ini, tentara akan mempertahankan sabuk keamanan yang mencegah talfiri bersenjata memasuki ibukota. [IT/Onh/Ass]

Data Kementerian Kesehatan Mesir, 525 Orang Tewas

http://islamtimes.org/images/docs/000292/n00292815-b.jpg

Islam Times- Namun, sejauh ini Ikhwanul Muslimin mengklaim, jumlah korban tewas jauh lebih tinggi dan mengatakan lebih dari 2.000 orang tewas dalam tindak kekerasan polisi terhadap pendukung Morsi.

Kementerian Kesehatan Mesir dalam laporan terbaru meningkatkan jumlah korban tewas akibat tindakan mematikan pada para pendukung Presiden terguling Mohamed Morsi menjadi 525 orang.

Departemen Kesehatan juga pada hari Kamis, 15/08/13, mengatakan, hampir 3.600 orang terluka dalam bentrokan itu.

Namun, sejauh ini Ikhwanul Muslimin mengklaim, jumlah korban tewas jauh lebih tinggi dan mengatakan lebih dari 2.000 orang tewas dalam tindak kekerasan polisi terhadap pendukung Morsi.

Kementerian Dalam Negeri itu juga mengatakan 43 korban tewas adalah polisi keamanan.

Hingga saat ini pemerintah Mesir mengatakan pasukan pemerintah sementara akan berdiri teguh melawan protes.[IT/Onh/Ass]

AS dan Israel Berusaha Ciptakan Perang Saudara di Mesir

http://islamtimes.org/images/docs/000292/n00292844-b.jpg

Islam Times - "Situasi saat ini di Mesir menguntungkan AS dan Rezim Zionis Israel. Mesir harus menolak intervensi negara lain," kata Ketua Majlis Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Iran Alaeddin Boroujerdi, Kamis (15/08/13).

Seorang anggota senior Parlemen Iran mengutuk pembunuhan demonstran Mesir oleh pasukan keamanan negara itu dan bersikeras bahwa situasi yang dihadapi Mesir hanya akan menguntungkan AS dan Israel.

"Situasi saat ini di Mesir menguntungkan AS dan Rezim Zionis Israel. Mesir harus menolak intervensi negara lain," kata Ketua Majlis Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Iran Alaeddin Boroujerdi, Kamis (15/08/13).

"Sangat disayangkan, sebuah negara Islam yang penting seperti Mesir terjerumus dalam situasi seperti ini, setelah sebelumnya mengalami gerakan revolusioner dan perubahan rezim," tambahnya.

Anggota Parlemen Iran menyatakan keprihatinannya tentang perang saudara yang mungkin terjadi antara pemerintah sementara dan Ikhwanul Muslimin di Mesir karena akan memicu kekacauan yang tak bisa ditoleransi dunia.

Dia menegaskan bahwa krisis Mesir adalah hasil intervensi AS dan rezim Israel.

Boroujerdi mendesak tokoh intelektual Mesir, pemikir dan sarjana untuk menggunakan kemampuan mereka mengelola negara dan membantu mengatasi krisis saat ini. [IT/TGM]

Bentrokan Etnis di Cina, 2 Muslim Dihukum Mati

http://islamtimes.org/images/docs/000292/n00292699-b.jpg


Islam Times - Kedua muslim itu bernama Musa Hesen dan Rehman Hupur.

Cina menghukum mati dua Muslim karena terlibat dalam bentrokan etnis mematikan di wilayah barat laut negara yang bermasalah, Xinjiang.

Kedua muslim itu bernama Musa Hesen dan Rehman Hupur. Hesen dituduh berperan utama dalam kekerasan mematikan awal tahun ini dan terlibat dalam pembunuhan, pembentukan dan memimpin sebuah organisasi teroris serta membuat bahan peledak.

Xinjiang yang penduduknya berbahasa Turki merupakan tempat tinggal sejumlah besar Muslim Uighur. Mereka mengeluhkan marginalisasi dan diskriminasi yang mereka alami,

Daerah otonom mengaami banyak insiden kekerasan dalam beberapa tahun terakhir ini. Bentrokan etnis antara Uighur dan komunitas Tionghoa Han pada tahun 2009 di Urumqi telah menewaskan 200 orang.[IT/r]

Pejabat Iran: Krisis Mesir Plot Barat untuk Hambat Kebangkitan Islam

Islam Times - "Apa yang terjadi di Mesir dan pembantaian Muslim adalah tanda-tanda serangkaian langkah terkoordinasi Amerika dan negara-negara Barat lainnya terhadap gelombang kebangkitan Islam di wilayah itu," Davoud Mohammadi mengatakan pada hari Kamis (15/08/13).


Seorang anggota Parlemen Iran mengatakan, krisis dan gelombang kekerasan di Mesir merupakan plot Barat yang bertujuan menghambat gelombang kebangkitan Islam di dunia Arab.

"Apa yang terjadi di Mesir dan pembantaian Muslim adalah tanda-tanda serangkaian langkah terkoordinasi Amerika dan negara-negara Barat lainnya terhadap gelombang kebangkitan Islam di wilayah itu," Davoud Mohammadi mengatakan pada hari Kamis (15/08/13).

"Sayangnya, campur tangan kekuatan asing dalam urusan internal Mesir telah mendorong negara itu ke jurang perang saudara," tambah Mohammadi sambil mencatat bahwa krisis itu telah menyita nyawa ribuan orang tak berdosa.

Legislator Iran itu juga menyoroti keterlibatan Barat, AS khususnya, dalam kekacauan di negara itu dan mengatakan bahwa Gedung Putih berusaha mencari jalan untuk intervensi lebih lanjut di Mesir.

Mohammadi menyeru rakyat Mesir untuk melawan plot Barat yang telah memecah belah warga Mesir dan mendesak tokoh politik serta tokoh agama Mesir untuk membantu negara bergerak menuju rekonsiliasi nasional. [IT/TGM]

MESIR SASARAN PENGHANCURAN ZIONIS BERIKUTNYA

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNZG5oshiW9wiO5GoDuTkUJ7PhwMLethvdnwotx2FcUab6_SVL07lOgH_v-O0hv7mwUzKyTbl1lIpq8tq4OyUSRW6wlD-aLPJHWPcWan-KkS91P6o3htl4cCn52YlJdPVjgLMf4h3Q6ysF/s1600/Wounded-man-being-carried-016.jpg


Akhirnya terjadi apa yang dikhawatirkan bakal terjadi. Pasukan keamanan Mesir menyerbu kamp-kamp pendukung Ikhwanul Muslimin di Kairo kemarin (14/8). Jumlah korban akibat aksi tersebut masih simpang siur namun Ikhwanul Muslimin mengklaim pendukungnya yang tewas mencapai 2.200 orang. Kemungkinan Ikhwanul Muslimin melebih-lebihkan angka tersebut, namun angka "ratusan" cukup rasional.

Sebagai seorang pengamat internasional "amatiran" yang menaruh perhatian pada masalah kemanusiaan, saya (blooger) tentu sangat menyesalkan hal ini. Mengapa Mesir, salah satu bangsa besar yang menjadi sumber kebudayaan dunia harus terjerumus dalam kondisi seperti itu. Saya tidak ingin menyalahkan salah satu di antara pihak Ikhwanul Muslimin ataupun regim militer yang kini berkuasa di Mesir, namun pada "kebodohan" orang-orang yang tidak menyadari bahwa zionis internasional kini tengah menjadikan Mesir sebagai sasaran penghancuran berikutnya setelah Afghanistan, Irak, Libya dan Syria.

Militer tentu bertanggungjawab atas aksi pembantaian tersebut, namun Ikhwanul Muslimin juga bertanggungjawab sebagai pihak yang mengkondisikan pembantaian tersebut dengan sikap kerasnya yang tidak mau bersikap realistis. (Sehari sebelumnya Ikhwanul Muslimin menolak tawaran Al Azhar, lembaga paling dihormati di Mesir, untuk menjadi penengah perselisihan politik di Mesir).

Dan bukan satu kebetulan jika aksi kekerasan yang dilakukan militer Mesir terjadi hanya beberapa hari setelah Amerika menetapkan Robert Ford sebagai dubesnya yang baru di Mesir. Ford adalah simbol kekerasan, dan penunjukannya dianggap sebagai "lampu hijau" Amerika bagi militer Mesir untuk bertindak keras. Lebih dari itu, penunjukan Ford juga mengindikasikan bahwa zionis internasional bermaksud menghancurkan Mesir dengan cara yang sama sebagaimana Irak, Libya dan Syria.

Menurut Michel Chossudovsky dari lembaga kajian Global Studies, Robert Ford adalah orang yang sama dengan John Negroponte yang telah menerapkan strategi “Salvador Option” di Irak pada tahun 2004. Chossudovsky menulis tentang "Salvador Option" itu sebagai:

"Model terorisme pembunuhan massal oleh pasukan pembunuh bentukan Amerika. Model ini pertama kali diterapkan di El Salvador oleh Negroponte saat terjadi perlawanan terhadap regim militer, yang mengakibatkan terjadinya sekitar 75.000 kematian.”

Kondisi Mesir saat ini mirip dengan El Salvador tahun 1980-an saat rakyat sipil melakukan perlawanan terhadap militer. Dan militer Mesir pun, sebagaimana El Salvador, telah berpengalaman dalam melakukan pembantaian massal terhadap para aktifis anti-militer.

Di masa lalu Amerika telah banyak membantu para diktator militer sekutu mereka melakukan aksi-aksi pembantaian massal. Di Indonesia misalnya, dinas inteligen CIA berperan besar dalam pembantaian orang-orang komunis tahun 1960-an, dengan mensuplai data para aktifis komunis kepada militer, dan dengan melatih pasukan pembunuh yang melakukan berbagai teknik penyiksaan sebelum membunuh. (Terlepas dari sikap politik blogger yang menyetujui penumpasan komunisme di Indonesia, karena regim komunis yang tidak lain adalah zionis, akan melakukan hal yang lebih buruk bagi rakyat Indonesia).

Saat ini Amerika lebih tertarik melakukan penghancuran Mesir daripada negara-negara lainnya. Mesir adalah negara Arab terbesar yang secara militer masih bisa menjadi ancaman Israel, setelah Irak dan Syria hancur. Namun, berdasarkan pengalaman di Irak dan pengangkatan Ford sebagai dubes Amerika di Mesir, Amerika tidak akan mendukung regim militer untuk menumpas Ikhwanul Muslimin, melainkan akan menciptakan kekacauan yang akan berujung pada perang sektarian dan perang sipil.

Adalah menarik bahwa menjelang penumpasan pendukung Ikhwanul Muslimin di Kairo kemarin, isu tentang wapres regim militer Mohammad Elbaradai sebagai penganut Shiah muncul ke publik. Diperkirakan sentimen anti-Shiah, sebagaimana sentimen anti-Kristen Koptik akan menjadi bahan bakar konflik mendatang, sebagaimana konflik antara kelompok Islamis melawan kelompok nasionalis-sekuler-liberal dan konflik Ikhwanul Muslimin melawan militer.

Robert Ford telah berpengalaman menerapkan “Salvador Option” di Irak dan Syria tahun. Penugasannya di Mesir saat ini tidak lain untuk menerapkan “Salvador Option” berikutnya di Mesir.


http://cahyono-adi.blogspot.com/2013/08/mesir-sasaran-penghancuran-zionis.html#.Ug0Z-e-2FSc

Kamis, 04 Juli 2013

Usai Kudeta, Manager TV al-Jazeera Ditangkap

http://islamtimes.org/images/docs/000279/n00279413-b.jpg

Islam Times- Usai ambil alih kepemimpinan, seluruh jaringan TV yang mendukung Ikhwanul Muslimin, terutama Al-Jazeera dilaporkan diambil dari udara dan manajer Al-Jazeera ditangkap setelah pemecatan Morsi itu. Demikian menurut laporan Rusia Today (RT).


Panglima militer Mesir telah menggulingkan Presiden Mohamed Morsi dan membubarkan konstitusi negara dalam sebuah langkah untuk memecahkan krisis politik yang melanda negara tersebut.

Jenderal Abdel Fattah al-Sisi membuat pengumuman tersebut di televisi pemerintah pada Rabu, 03/07/13.

Dalam pidatonya itu, Sisi mengatakan bahwa pemilihan parlemen baru akan diadakan dan disahkan Ketua Mahkamah Konstitusi, Adli Mansour sebagai pemimpin sementara.

Tentara mengumumkan jalan kebijakan tersebut setelah ultimatum dua hari untuk Morsi berakhir.

Sisi mengatakan bahwa tentara memenuhi "tanggung jawab sejarah" untuk melindungi negara, dan Morsi "gagal untuk memenuhi tuntutan rakyat Mesir."

Usai ambil alih kepemimpinan, seluruh jaringan TV yang mendukung Ikhwanul Muslimin, terutama Al-Jazeera dilaporkan diambil dari udara dan manajer Al-Jazeera ditangkap setelah pemecatan Morsi itu. Demikian menurut laporan Rusia Today (RT).

Pengumuman Panglima militer tersebut memicu kegembiraan dan kembang api di jalan-jalan Kairo dinyalakan. Di tempat lain di berbagai kota, pendukung Morsi berteriak "Tidak untuk kekuasaan militer."

Dalam pernyataan yang diposting di Facebook presiden, Morsi mengecam langkah militer dan menyebut "kudeta militer," meminta rakyat Mesir untuk "mematuhi konstitusi dan hukum, dan tidak menanggapi kudeta ini."

Sementara itu, pemimpin oposisi Mohamed ElBaradei mengatakan peta kebijakan yang diumumkan oleh Sisi "memenuhi tuntutan rakyat untuk pemilihan presiden awal."

Sementara kelompok Salafi Mesir, partai al-Nour juga mengatakan sepakat untuk peta kebijakan militer untuk mengakhiri krisis politik di negara itu.



Di tempat lain, presiden AS Barack Obama dalam sebuah pernyataan mengatakan "sangat prihatin" atas tergulingnya presiden Mohamed Morsi oleh Dewan Militer dan mendesak cepat negara itu kembali membentuk pemerintahan sipil.

Sementara, raja Saudi Abdullah mengucapkan selamat kepada pemimpin sementara Mesir, dan mengatakan, pengangkatan tersebut sesuai disaat kondisi "kritis" melanda sejarah di negara Afrika Utara itu. [IT/BH/ASS]

Iran Siap Kirim Bantuan untuk Muslim Rohingya

http://islamtimes.org/images/docs/000279/n00279419-b.jpg


Islam Times - Araqchi juga menyatakan keprihatinan mendalam pemerintah, ulama dan bangsa Iran terhadap bentrokan sektarian yang sedang berlangsung antara Buddha dan Muslim Rohingya.


Wakil Menlu Iran mengatakan Republik Islam siap mengirim bantuan kemanusiaan ke Myanmar untuk membantu Muslim Rohingya.

Dalam pertemuan dengan Wakil Menteri Luar Negeri Myanmar, Zin Yaw di Naypyidaw pada hari Rabu (3/7/13), Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Asia dan Pasifik, Sayyid Abbas Araqchi menguraikan prinsip kebijakan Tehran dalam perkembangan di Dunia Islam.

Araqchi juga menyatakan keprihatinan mendalam pemerintah, ulama dan bangsa Iran terhadap bentrokan sektarian yang sedang berlangsung antara Buddha dan Muslim Rohingya. Dia juga mendesak pemerintah Myanmar untuk mengadopsi langkah-langkah efektif untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Araqchi mencatat bahwa Iran siap mengirimkan bantuan ke Myanmar dan membantu  memperbaiki kondisi warga Rohingya.

Ribuan warga Rohingya tiak diakui hak-hak kewarganegaraan mereka karena kebijakan diskriminasi pemerintah Myanmar. Mereka jadi rentan akan tindak kekerasan dan penganiayaan, pengusiran, dan pemindahan.[IT/r]

Iran Peringati Tewasnya 290 Warga Akibat Rudal AS

http://islamtimes.org/images/docs/000279/n00279421-b.jpg

Islam Times -"Berdasarkan UU Organisasi Penerbangan Sipil Internasional, Amerika bertanggung jawab dalam insiden itu," tegas Esmaili.


Iran memperingati tewasnya 290 warganya dalam sebuah serangan rudal cruiser AS terhdapa pesawat penumpang Iran pada tahun 1988.

Organisasi Kebudayaan dan Hubungan Iran mengadakan pertemuan di Tehran pada hari Rabu (3/7/13) untuk memperingati para korban. Pertemuan itu dihadiri oleh petinggi Angkatan Darat dan Angkatan Udara Iran serta atase militer dari negara-negara seperti India, Pakistan, dan Italia.

Dalam acara itu, Komandan  Pangkalan Pertahanan Udara Khatam al-Anbiya, Brigadir Jenderal Farzad Esmaili menyatakan bahwa kapten kapal perang AS saat itu telah membuat pilihan buruk dengan memerintahkan penembakan pesawat sipil Iran.

"Berdasarkan UU Organisasi Penerbangan Sipil Internasional, Amerika bertanggung jawab dalam insiden itu," tegas Esmaili.

"Mereka harus membayar (kompensasi) bagi para korban dan pesawat. Tapi mereka tidak pernah bertanggung jawab dalam insiden itu. Kehadiran kapal perang AS di Teluk Persia itu ilegal, maka semua konsekuensi kehadirannya juga ilegal," tegasnya.

Sebanyak 274 penumpang dan 16 awak berada dalam pesawat Airbus A-300 yang baru saja lepas landas dari Bandar Abbas Iran menuju Dubai. Pesawat itu hancur setelah ditembak 2 rudal Standard USS Vincennes.

Para pejabat AS berdalih bahwa kapal perang mereka mengira pesawat jet Iran itu adalah pesawat tempur F-14 yang hendak menyerang. Padahal, kapal AS itu memiliki sistem radar yang sangat canggih dan peralatan perang elektronik.

Pada hari Rabu (3/7/13), sekelompok warga Iran juga berkumpul di lokasi kejadian di Teluk Persia dan melemparkan bunga ke dalam air untuk mengenang kerabat mereka yang tewas dalam insiden itu.[IT/r]

Senin, 01 Juli 2013

RUSIA ANCAM SERANG SAUDI DAN QATAR

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgjaUvxJ6Vjo_c6eXV8xuY9OWjYxGnJB0nmaOvzMvuFeMd6uZck0kvGHf4SAnUwbzwkKDgo8wGVAeN135mF7Ps7CL-K5QjoS27eHE-UfBbF-79C60znH1z9GJSTDLa-iZs7ZQ2vm3l3iRM-/s1024/su-27_1024+001.jpg



Rusia mungkin akan berfikir ulang untuk menyerang Inggris atau Perancis, bahkan ketika hubungan politik Rusia dengan 2 negara barat itu mendidih. Namun mungkin saja Rusia tidak begitu khawatir jika menyerang 2 negara Arab sekutu barat, Saudi dan Qatar. Sebagaimana diberitakan beberapa media internasional, seorang pejabat tinggi militer Rusia mengumumkan bahwa Rusia telah merencanakan untuk membom ibukota Saudi dan Qatar, yaitu Riyadh dan Doha, terkait dengan konflik Syria.

Pengumuman tersebut muncul setelah hubungan politik Rusia dengan Saudi memanas akhir-akhir ini setelah pejabat senior kedua negara saling mengecam terkait konflik Syria. Beberapa hari lalu menlu Saudi Saud al Faisal menuduh Rusia telah mendukung "pembantaian massal yang dilakukan tentara Syria". Sebagai balasan, menlu Rusia Sergei Lavrov menuduh Saudi telah mendukung para teroris di Syria.

Dalam kondisi hubungan yang memanas itulah seorang pejabat militer Rusia yang tidak bersedia disebutkan namanya baru-baru ini memberikan informasi kepada media online Rusia Telegrafist bahwa Rusia telah memiliki rencana untuk membom Saudi Arabia dan Qatar.

Ia mengklaim bahwa misi pemboman tersebut bisa dilakukan oleh skuadron tempur Su-27 atau pembom Su-34 dengan bahan bakar tambahan yang dikawal oleh pesawat-pesawat Su-27.

"Saat ini situasinya memungkinkan Su-34 yang daya jangkaunya tidak memungkinkan untuk kembali, untuk mendarat di Iran. Sedangkan daya jangkau Su-27 memungkinkan untuk mencapai ibukota Qatar dan Saudi dan kembali ke Rusia," kata pejabat tersebut.

Saat ditanyakan kapan dan mengapa rencana tersebut dibuat, pejabat tersebut menjawab bahwa sejak jaman Uni Sovyet, telah dibuat rencana untuk menghancurkan Saudi sebagai sekutu kunci Amerika.


Pejabat tersebut menambahkan bahwa Rusia hanya membutuhkan waktu kurang dari 24 jam untuk menyelesaikan seluruh misi untuk menghancurkan kedua negara dari udara.

Selengkapnya bisa dibaca disini: http://www.liveleak.com/view?i=636_1372467539#Z9kTpyBeqdmUBXo5.99

Mesir Darurat: Militer Ultimatum Morsi Hanya 48 Jam

http://islamtimes.org/images/docs/000278/n00278705-b.jpg


Islam Times- ”Jika tuntutan rakyat tidak direalisasikan dalam masa periode tertentu, maka sesuai kewajiban…(pihak angkatan bersenjata)… akan mendeklarasikan kebijaksanaan jalan yang harus di tempuh untuk masa depan”, kata Kepala Staf Angkatan Bersenjata Mesir, Jenderal Abdel Fattah al-Sisi.



Angkatan Bersenjata Mesir mengeluarkan ultimatum untuk Presiden Mohamed Morsi pada Senin, 01/07/13, dan menyerukan kepada semua politisi yang bermusuhan untuk menyepakati sebuah roadmap inklusif untuk masa depan negara dalam waktu 48 jam.

Sebuah pernyataan yang disiarkan langsung lewat televisi pemerintah itu sangat dramatis dan menyatakan negara dalam bahaya dan darurat setelah jutaan orang Mesir turun ke jalan-jalan pada hari Ahad, 30/06/13, menuntut Morsi berhenti dari presiden dan markas yang berkuasa Ikhwanul Muslimin digeledah.

”Jika tuntutan rakyat tidak direalisasikan dalam masa periode tertentu, maka sesuai kewajiban…(pihak angkatan bersenjata)… akan mendeklarasikan kebijaksanaan jalan yang harus di tempuh untuk masa depan”, kata Kepala Staf Angkatan Bersenjata Mesir, Jenderal Abdel Fattah al-Sisi.

Sementara itu juru bicara istana kepresidenan mengatakan, Presiden Morsi tengah mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Hisham Kandil, dan pihak militer yang diwakili langsung oleh Jenderal al-Sisi.

Ini adalah peringatan kedua kalinya hanya dalam waktu seminggu Angkatan Bersenjata mengeluarkan peringatan resmi kepada politisi, dan itu tampaknya dimaksudkan untuk meningkatkan tekanan terhadap Morsi untuk mengakui pembagian kekuasaan dengan oposisi liberal, sekuler dan sayap kiri. [IT/SSB]

Arab Saudi Desak Uni Eropa Segera Kirim Senjata pada Teroris

http://islamtimes.org/images/docs/000278/n00278706-b.jpg


Islam Times- "Kerajaan Arab Saudi ... mengacu pada resolusi Uni Eropa untuk mencabut larangan mempersenjatai oposisi Suriah, mendesak untuk melaksanakan resolusi ini mengingat realitas menyedihkan di lapangan Suriah,"

Arab Saudi mendesak keras Uni Eropa segera mempersenjatai pemberontak Suriah tanpa menunda-nunda lagi menyusul aksi serupa oleh Amerika Serikat.

Sebelumnya Uni Eropa mencabut larangan mempersenjatai pemberontak pada bulan Mei lalu ketika gagal mencabut embargo senjata sebelum berakhir pada 1 Juni.

Tapi Inggris dan Perancis, yang sebelumnya telah berusaha mengangkat larangan tersebut mengatakan, mereka tidak akan mengirim senjata sebelum 1 Agustus.

"Kerajaan Arab Saudi ... mengacu pada resolusi Uni Eropa untuk mencabut larangan mempersenjatai oposisi Suriah, mendesak untuk melaksanakan resolusi ini mengingat realitas menyedihkan di lapangan Suriah," demikian Kantor Berita Saudi, SPA mengutip pernyataan Menteri Luar Negeri Pangeran Saud al-Faisal dalam pertemuan para menteri Uni Eropa-PGCC di Bahrain pada hari Minggu, 30/06/13, menurut laporan Reuters.

Sebelumnya Amerika Serikat telah berjanji kepada pemberontak untuk mengirim bantuan militer berupa peralatan non-mematikan yang sebelumnya telah disediakan. [IT/SSB]

Militer Mesir ancam kudeta

http://cdn.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2013/07/01/213910/540x270/militer-mesir-ancam-kudeta.jpg


Dalam siaran televisi hari ini militer Mesir menyatakan memberi waktu 48 jam bagi para politikus negeri itu untuk mengatasi keadaan negara dan memenuhi permintaan rakyat. Jika tidak maka pasukan militer akan menentukan arah politik negara saat ini.

"Militer Mesir tidak akan terlibat dalam politik atau administrasi negara. Militer Mesir akan sejalan dengan nilai-nilai demokrasi," kata pernyataan dari pihak militer, seperti dilansir ahram.org.eg, Senin (1/7).

Pasukan militer juga mengatakan kondisi negara saat ini sangat berbahaya dan pihak militer siap turun tangan jika keamanan negara terancam.

"Pasukan militer telah menetapkan tenggat waktu bagi semua kekuatan politik untuk berdamai dan mengakhiri krisis ini. Tenggat itu telah berakhir kemarin. Akibatnya rakyat turun ke jalan," kata pernyataan militer.

Peringatan dari pihak militer itu juga menyatakan penyelesaian krisis yang lebih lama akan menambah bahaya kondisi negara.

"Pasukan militer kembali mengingatkan permintaan rakyat harus dipenuhi. Waktu 48 jam merupakan batas waktu bagi seluruh faksi politik mengatasi keadaan yang tengah dihadapi negara ini."

sumber:http://www.merdeka.com/

Putin: Rusia tidak akan serahkan Snowden kepada Amerika

http://cdn.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2013/07/01/213919/540x270/putin-saya-tidak-akan-serahkan-snowden-kepada-amerika.jpg


Presiden Rusia Vladimir Putin kemarin mengatakan dia tidak akan menyerahkan pembocor rahasia Badan Keamanan Amerika Serikat (NSA) Edward Snowden kepada Amerika. Namun dia juga menyatakan tidak akan memberi suaka kepada pria 30 tahun itu jika dia terus membocorkan rahasia Amerika.

Stasiun televisi Foxnews melaporkan, Senin (1/7), Putin menyampaikan pernyataannya itu untuk menanggapi permintaan Presiden Barack Hussein Obama yang ingin mengeksktradisi Snowden dari Rusia.

"Sudah ada pembicaraan tingkat tinggi dengan Rusia untuk mengatasi masalah ini," kata Obama ketika tengah berkunjung ke Tanzania.

Snowden saat ini masih berada di area transit bandara Sheremetyevo, Ibu Kota Moskow setelah pergi dari Hong Kong dua bulan lalu.

Dalam jumpa pers kemarin Putin menuturkan Snowden menilai dirinya sebagai pegiat hak asasi dan membandingkan dirinya dengan peraih Nobel Perdamaian Andrei Sakharov.


sumber:http://www.merdeka.com/

Sabtu, 29 Juni 2013

Kapal Berisi Senjata untuk Oposisi Suriah Tenggelam

http://theglobal-review.com/images/news/Senjata2-irib.jpg

Sebuah kapal kontainer berisi muatan senjata yang akan diberikan kepada oposisi Suriah, dikabarkan tenggelam. Kapal tersebut terbelah dua dan tenggelam sekira 530 mil dari Goa, Samudera Hindia.

"Kapal bernama MOL Comfort itu memiliki panjang 300 meter dan membawa muatan berupa senjata. Kapal nahas ini tenggelam setelah diterjang badai, usai lepas jangkar dari Singapura," lapor Times of India, Rabu (26/6/2013).

Sekira 26 orang awak kapal berhasil diselamat dari insiden tersebut. Berdasarkan keterangan dari pihak penjaga pantai Goa, puing-puing dari kapal tidak memberikan ancaman terhadap lalu lintas pelayaran di sekitar Samudera Hindia.

Petugas penjaga pantai Goa saat ini terus berupaya untuk mencegah puing-puing kapal hanyut hingga memasuki zona ekonomi eksklusif. Kemungkinan besar adanya kebocoran bahan bakar dari kapal tersebut.

Oposisi Suriah mulai mendapatkan bantuan senjata yang dijanjikan negara pendukungnya. Peningkatan skala bantuan untuk oposisi terjadi setelah adanya perubahan sikap dari Amerika Serikat (AS).

Presiden Barack Obama yang sebelumnya menolak memberikan bantuan militer kini menyetujuinya. Obama beralasan pasukan pemerintah sudah melanggar batas dengan menggunakan senjata kimia.

Desas-desus pengiriman senjata itu muncul setelah Obama berpidato di Konferensi Tingkat Tinggi G8 yang digelar di Camp David, AS beberapa waktu lalu. Obama mengatakan, Bashar al Assad harus meninggalkan kekuasaannya. (okezone)

22 Juta Tanda Tangan Desak Morsi Mundur

http://islamtimes.org/images/docs/000277/n00277991-b.jpg

Islam Times- Kelompok oposisi Tamarod ini sebelumnya menyerukan demonstrasi massal pada hari Ahad, 30/06/13, yang menandai tahun pertama Morsi menjadi presiden dan menuntut pengunduran diri presiden serta memulai pemilu presiden lebih awal.

Menurut laporan al-Alam, juru bicara kelompok oposisi Tamarod (Arabic for Rebellion) menyatakan, kelompoknya telah mengumpulkan 22 juta tanda tangan berupa pernyataan tidak percaya dan menginginkan pengunduran diri dini Presiden Muhammad Morsi.

Kelompok oposisi Tamarod ini sebelumnya menyerukan demonstrasi massal pada hari Ahad, 30/06/13, yang menandai tahun pertama Morsi menjadi presiden dan menuntut pengunduran diri presiden serta memulai pemilu presiden lebih awal.

Sementara pada hari Kamis, 27/06/13, koalisi oposisi utama Mesir - National Salvation Front (NSF) - juga menolak tawaran presiden Mosri untuk dialog.

NSF menyatakan, Morsi telah gagal mengambil tanggung jawab polarisasi politik yang mendalam dan perbaikan ekonomi negara.[IT/SSB]

AS Simpan Miliaran Panggilan Telepon Setiap Hari

http://islamtimes.org/images/docs/000278/n00278047-b.jpg

Islam Times- Greenwald, yang awal bulan ini mengungkapkan program pengawasan Badan Keamanan Nasional AS, mengatakan itu pada Jumat malam, 28/06/13, bahwa badan mata-mata AS (CIA) mempunyai "brand teknologi baru" yang memungkinkan mengumpulkan informasi masif setiap hari.

Dalam sebuah laporan, wartawan The Guardian, Glenn Greenwald mengatakan, pemerintah AS mempunyai kemampuan untuk menyimpan semua panggilan telepon satu miliar setiap harinya.

Greenwald, yang awal bulan ini mengungkapkan program pengawasan Badan Keamanan Nasional AS, mengatakan itu pada Jumat malam, 28/06/13, bahwa badan mata-mata AS (CIA) mempunyai "brand teknologi baru" yang memungkinkan mengumpulkan informasi masif setiap hari.

Pernyataan Greenwald itu diungkap melalui Skype saat Konferensi Sosialisme di Chicago. Informasi yang didapat berasal dari dokumen rahasia dibocorkan kepadanya oleh mantan kontraktor NSA Edward Snowden.

"Tapi, apa yang benar-benar kita bicarakan sekarang adalah sebuah sistem terlokalisir yang mencegah semua bentuk apapun komunikasi elektronik untuk mengambil tempat tanpa disimpan dan dipantau oleh Badan Keamanan Nasional," kata Greenwald.

"Ini tidak berarti mereka mendengarkan setiap panggilan, berarti mereka menyimpan setiap panggilan dan mempunyai kapabilitas untuk mendengarkannya setiap saat, itu berarti mereka mengumpulkan jutaan pada jutaan pada jutaan telepon dan catatan email kami, "tambahnya.

Kebocoran Snowden memicu skandal di Amerika dan membuat pemerintahan Obama sangat marah. [IT/SSB]

Iran Produksi Kapal Perang Peluncur Rudal

http://islamtimes.org/images/docs/000278/n00278050-b.jpg

Islam Times- Selain itu, pejabat Angkatan Laut itu mengatakan, kapal perang jenis perusak produksi dalam negeri juga sedang dibuat oleh para ahli di "Marine Industries Organization of the Iranian Defense Ministry".

Republik Islam Iran saat ini sedang membangun kapal perang dan peluncur rudal baru yang dirancang dalam negeri, kata wakil komandan Angkatan Laut Iran dalam sebuah wawancara dengan Fars News Agency diterbitkan pada hari Sabtu, 29/06/13.

"Kapal peluncur rudal dan kapal perang kelas Peykan saat ini sedang diproduksi," kata Laksamana Abbas Zamini.

Selain itu, pejabat Angkatan Laut itu mengatakan, kapal perang jenis perusak produksi dalam negeri juga sedang dibuat oleh para ahli di "Marine Industries Organization of the Iranian Defense Ministry".

Di tempat lain dalam pernyatannya, Angkatan Laut Iran juga tengah memperlengkap kapal perang tua dan kapal perang lain dengan peralatan dan sistem canggih.[IT/EP]